STIE Nusantara Makassar melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Kelas Afirmasi Tahun 2026 pada Minggu, 4 Oktober 2026, bertempat di Kampus STIE Nusantara Makassar. Kegiatan ini menjadi tahap awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, sistem pembelajaran, kurikulum, serta berbagai layanan yang akan mendukung proses pendidikan selama menempuh studi.
Kegiatan PKKMB dibuka secara langsung oleh Ketua STIE Nusantara Makassar, Dr. Agus Arman, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa mahasiswa Kelas Afirmasi 2026 memiliki karakteristik yang cukup berbeda karena hampir seluruhnya merupakan karyawan yang telah bekerja dan memiliki pengalaman profesional.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi potensi tersendiri dalam proses pembelajaran. Pengalaman yang telah diperoleh mahasiswa di tempat kerja dapat menjadi modal untuk memahami materi perkuliahan secara lebih kontekstual, sementara pengetahuan akademik yang diperoleh di kampus dapat digunakan untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi persoalan di lingkungan kerja.
“Mahasiswa Kelas Afirmasi ini memiliki karakteristik yang menarik karena sebagian besar sudah bekerja dan memiliki pengalaman di dunia kerja. Pengalaman tersebut justru menjadi modal yang sangat berharga dalam proses pembelajaran. Apa yang mereka temui di tempat kerja dapat dibawa ke dalam ruang kelas untuk didiskusikan dan dikaitkan dengan teori maupun konsep yang dipelajari,” ujar Dr. Agus Arman, S.E., M.Si.
Ia menekankan bahwa proses pendidikan di STIE Nusantara Makassar tidak diarahkan untuk memisahkan antara pengalaman kerja dan pembelajaran akademik. Sebaliknya, keduanya diharapkan dapat berjalan secara beriringan sehingga mahasiswa memperoleh manfaat yang lebih besar dari pendidikan yang mereka tempuh.
“Kami tidak ingin memisahkan antara apa yang dipelajari di kampus dengan apa yang sudah mereka jalani di tempat kerja. Justru keduanya harus saling melengkapi. Teori yang dipelajari dapat membantu mahasiswa memahami persoalan yang mereka hadapi di pekerjaan secara lebih sistematis, sementara pengalaman kerja dapat menjadi contoh nyata dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Pengenalan Akademik dan Kurikulum
Dalam PKKMB Kelas Afirmasi 2026, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi yang berfokus pada pengenalan akademik, Kampus Berdampak, kurikulum, dan Sistem Informasi Akademik.
Pada sesi pengenalan akademik, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai pola kehidupan perkuliahan, proses pembelajaran, hak dan kewajiban mahasiswa, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam menjalani pendidikan tinggi.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan kurikulum yang akan menjadi dasar proses pembelajaran selama menempuh studi. Pemahaman mengenai struktur kurikulum diharapkan dapat membantu mahasiswa mengetahui kompetensi yang akan dikembangkan melalui mata kuliah yang mereka tempuh.
Bagi mahasiswa yang sebagian besar telah bekerja, pemahaman terhadap kurikulum menjadi semakin penting karena proses pembelajaran dapat menjadi ruang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan yang mereka hadapi dalam pekerjaan sehari-hari.
Dr. Agus Arman menjelaskan bahwa pengalaman kerja mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses diskusi akademik, terutama dalam mata kuliah yang berkaitan dengan manajemen, akuntansi, bisnis, maupun bidang lain yang relevan dengan aktivitas profesional mereka.
“Harapannya, setelah mengikuti proses pendidikan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan gelar akademik, tetapi juga mengalami peningkatan kapasitas dalam pekerjaannya. Mereka dapat menjadi lebih kritis dalam melihat masalah, lebih terstruktur dalam mengambil keputusan, dan mampu menerapkan konsep manajemen maupun akuntansi yang dipelajari untuk menyelesaikan persoalan di lingkungan kerja,” tambahnya.
Mengenalkan Konsep Kampus Berdampak
Selain aspek akademik, mahasiswa juga mendapatkan pengenalan mengenai konsep Kampus Berdampak. Konsep ini diarahkan agar pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Mahasiswa didorong untuk melihat ilmu yang diperoleh bukan sekadar sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar, tetapi sebagai bekal untuk menghasilkan solusi dan memberikan nilai tambah dalam kehidupan profesional maupun sosial.
Dalam konteks mahasiswa Kelas Afirmasi yang telah bekerja, pengalaman profesional yang mereka miliki diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menciptakan dampak. Persoalan yang ditemukan di tempat kerja dapat menjadi bahan untuk dikaji secara akademik dan dikembangkan menjadi solusi yang lebih sistematis.
Pengenalan Sistem Informasi Akademik
Materi lainnya yang diberikan adalah pengenalan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Mahasiswa diperkenalkan dengan sistem yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas akademik selama menjalani perkuliahan.
Pemahaman terhadap sistem informasi akademik menjadi penting, khususnya bagi mahasiswa yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan pendidikan. Dengan memahami alur dan layanan akademik sejak awal, mahasiswa diharapkan dapat mengelola aktivitas perkuliahan secara lebih terencana.
Dr. Agus Arman juga mengingatkan mahasiswa untuk membangun komunikasi yang baik dengan dosen dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan oleh kampus.
“Jangan melihat pengalaman kerja dan pendidikan sebagai dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Jadikan kampus sebagai ruang untuk mengembangkan apa yang sudah dimiliki, menguji pengalaman dengan teori, dan menemukan cara yang lebih baik dalam menyelesaikan persoalan. Kami berharap mahasiswa Kelas Afirmasi 2026 dapat tumbuh secara akademik sekaligus profesional,” tuturnya.
Pelaksanaan PKKMB Kelas Afirmasi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada mahasiswa mengenai perjalanan akademik yang akan mereka tempuh. Kegiatan ini juga menjadi momentum awal untuk membangun hubungan antara mahasiswa, dosen, dan lingkungan akademik STIE Nusantara Makassar.