STIE Nusantara Makassar melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Penyusunan Buku Ajar yang diikuti oleh dosen di lingkungan STIE Nusantara Makassar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong produktivitas dosen dalam menghasilkan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Bimbingan teknis dibawakan langsung oleh Ketua STIE Nusantara Makassar, Dr. Agus Arman, S.E., M.Si. Dalam kegiatan tersebut, para dosen mendapatkan pendampingan mengenai penyusunan perangkat pembelajaran dengan pendekatan OBE serta tahapan awal dalam merancang buku ajar yang sesuai dengan mata kuliah yang diampu.
Pendekatan Outcome-Based Education (OBE) menempatkan capaian pembelajaran sebagai salah satu dasar utama dalam merancang proses perkuliahan. Melalui pendekatan ini, dosen perlu memastikan adanya keterkaitan yang jelas antara capaian pembelajaran, materi perkuliahan, metode dan aktivitas pembelajaran, bentuk asesmen, serta hasil belajar yang diharapkan dari mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Dr. Agus Arman, S.E., M.Si. menekankan bahwa RPS tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kelengkapan administratif perkuliahan. RPS perlu menjadi pedoman yang benar-benar digunakan dosen dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran selama satu semester.
“RPS harus menjadi dokumen yang hidup dan benar-benar digunakan dalam proses perkuliahan. Melalui pendekatan OBE, setiap kegiatan pembelajaran dan asesmen harus memiliki arah yang jelas terhadap capaian yang ingin dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah. Karena itu, hasil Bimtek ini nantinya langsung digunakan oleh masing-masing dosen dalam perkuliahan,” ujar Dr. Agus Arman, S.E., M.Si.
Tidak hanya berfokus pada RPS, kegiatan Bimtek juga diarahkan pada penyusunan buku ajar. Para dosen didorong untuk mulai mengembangkan materi yang selama ini digunakan dalam perkuliahan menjadi bahan ajar yang lebih sistematis dan terstruktur. Penyusunan buku ajar diharapkan dapat memperkuat ketersediaan sumber belajar bagi mahasiswa sekaligus mendorong dosen untuk terus menghasilkan karya akademik.
Dalam sesi penyusunan buku ajar, peserta mulai merancang struktur buku berdasarkan bidang keilmuan dan mata kuliah masing-masing. Rancangan tersebut menjadi tahap awal untuk selanjutnya dikembangkan menjadi naskah buku yang dapat digunakan sebagai pendamping dalam proses pembelajaran.
“Materi yang selama ini disampaikan dosen di kelas sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi buku ajar. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong agar pengetahuan, pengalaman mengajar, dan materi yang dimiliki dosen dapat disusun secara sistematis sehingga menjadi sumber belajar yang bermanfaat bagi mahasiswa,” tambah Dr. Agus Arman, S.E., M.Si.
Berbeda dengan kegiatan pelatihan yang hanya berorientasi pada pemahaman materi, Bimtek ini dirancang untuk menghasilkan output yang dapat langsung diterapkan. Setiap peserta ditargetkan menghasilkan RPS berbasis OBE untuk mata kuliah yang diampu serta rancangan buku ajar yang akan dikembangkan lebih lanjut.
RPS yang dihasilkan dari kegiatan tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan perkuliahan pada mata kuliah masing-masing dosen. Dengan demikian, implementasi OBE tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di lingkungan STIE Nusantara Makassar.
Sementara itu, rancangan buku ajar yang dihasilkan diharapkan menjadi awal dari lahirnya karya-karya akademik baru dari para dosen. Hal ini sekaligus melanjutkan komitmen STIE Nusantara Makassar dalam membangun budaya menulis dan meningkatkan ketersediaan sumber pembelajaran yang dikembangkan langsung oleh tenaga pendidiknya.
Melalui Bimtek RPS Berbasis OBE dan Penyusunan Buku Ajar, STIE Nusantara Makassar terus memperkuat kualitas proses akademik dengan menempatkan peningkatan kompetensi dosen sebagai salah satu prioritas. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang semakin terarah pada capaian mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya bahan ajar yang berkualitas, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan dunia kerja.